Kekuatan dari Regresi, dan

Apapun yang terjadi saat ini adakah akibat dari masa lalu, masalalu yang secara langsung membuat suatu perasaan dan perilaku. Misalnya tentang klien yang datang memgeluhkan dia, karena pasangan selingkuh. Awalnya dia bilang keluarganya rusak karena pasangan selingkuh. Namun saat di gunakan regresi nampak bahwa bukan pasangan yang selingkuh membuat keluarganya rusak, didalam kehidupannya dia selalu menuntut pasangannya untuk sempurna, memaksa memenuhi standar ideal dari impiannya, ini tidak salah.

Regresi adalah salahsatu alat yang kuat untuk perubahan, regresi bukan untuk menghilangkan suatu kisah atau memori yang sudah terjadi, karena tujuan kita adalah dimasa depan, klien mendapat kualitas kehidupan yang lebih baik.

Regression, regresi secara umum adalah salah satu metode untuk menentukan hubungan sebab-akibat antara satu variabel dengan variabel yang lain. Kadang variabel ini adaah hal negatif misal kejadian traumatik, dll.Jauh sebelum saya mengungkit rasa tertarik pada regresi ini, saya sering memulai dengan sebuah film “back to future” sebuah trilogi yang bagi saya yang lahir 1985 sangat erat.Dari film ini saya tahun 2004 mencoba memandu kawan-kawan dengan kata “what if” atau “bagaimana jika”,Seperti obrolan yang dekat, antara teman, kadang tidak harus ada kesepakatan namun kita sama-sama tahu batasan empati dan simpati, atau terkadang pula saya yang terpancing bertanya…..

Dari film back to future saya berkenalan dengan yang saya pahami sebagai progression, suatu bentuk kedua dari teknik regresi.

dalam buku milton erickson pernah mengungkapkan hal penting bahwa, People do not come into therapy to change their past but their future. dari sini nampak suatu potensi luas dari penerapan regresi yang seolah diangkat oleh milton bahwa suatu masa depan dapat di mulai hari ini, disini, diruangan therapy.