The Roots of NLP

author Lex depraxis

Bandler dan Grinder menemukan bahwa meskipun ketiga orang itu berbeda gaya dan kepribadian, ternyata adapolayang samadalam melakukankomunikasi. Pola itu memungkinkanketiga orang tersebut mencapai kesempurnaan teknik komunikasi di bidang masing-masing. Jika benar demikian, pikir Bandler & Grinder, tentunya pola yang sama bisa dipakai untuk mencapai kesempurnaan di bidang lain. Hasil
penelitian terhadap ketiga orang ini menjadi bahan baku bagi NLP. Selanjutnya Bandler dan Grinder memperkayaNLPdengan menyerap masukandari:
· Alfred Korzybski, ahli lingustic tentang mental map.
· Noam Chomsky, ahli linguistic, tentang deep & surface structure.
· Gregory Bateson, ahli antropologi, tentang logical level.

Kini NLP tidak hanya dipakai untuk keperluan terapetis, melainkan meluas pada berbagai disiplin di berbagai negara di dunia. aplikasinya beragam mulai dari menghentikan kebiasaan buruk hingga
menguasai gerakan senam, mulaidari rekrutmen pramugari sampai pelatihan sniper.

SEJARAH. NLP bermula di California pada awal 1972 ketika Richard Bandler, mahasiswa University of Santa Cruz bersepakat dengan John Grinder, profesor bahasa, untuk mempelajari kesempurnaan keterampilan berkomunikasi. Kesempurnaan ini ditampilkan oleh beberapa orang yang terbukti mampu menyembuhkan klien yang tergolong “orang sulit” (atau bagi kebanyakan orang sudah layak disebut sebagai “mustahil”). Orang-orang yang terbukti mampudankemudiandijadikan model adalah:
· VirginiaSatir,yang mengembangkan Conjoint Family Therapy.
· Fritz Perls,yang mendirikan aliran Gestalt Psychology.
· Milton H. Erickson,yang mengembangkan Clinical Hypnotherapy.

Bandler dan Grinder menemukan bahwa meskipun ketiga orang itu berbeda gaya dan kepribadian, ternyata adapolayang samadalam melakukankomunikasi. Pola itu memungkinkanketiga orang tersebut mencapai kesempurnaan teknik komunikasi di bidang masing-masing. Jika benar demikian, pikir Bandler & Grinder, tentunya pola yang sama bisa dipakai untuk mencapai kesempurnaan di bidang lain. Hasil penelitian terhadap ketiga orang ini menjadi bahan baku bagi NLP. Selanjutnya Bandler dan Grinder memperkaya NLP dengan menyerap masukandari:
· Alfred Korzybski, ahli lingustic tentang mental map.
· Noam Chomsky, ahli linguistic, tentang deep & surface structure.
· Gregory Bateson, ahli antropologi, tentang logical level.

Kini NLP tidak hanya dipakai untuk keperluan terapetis, melainkan meluas pada berbagai disiplin di berbagai negara di dunia. Aplikasinya beragam mulai dari menghentikan kebiasaan buruk hingga menguasaigerakan senam, mulaidari rekrutmenpramugari sampaipelatihan sniper.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *