Pelajaran tentang diri

sebuah pribadi,
suatu saat saya belajar tentang bagaimana ego terbentuk, ego menurut psikologi, dan saya memncoba membawa konsep ini ke pada klien-klien praktik, ada dalam diri seorang anak-dan remaja bahwa jika mengalami kekurangan prestasi atau usaha itu adalah buruk. konsep ini ada didalam masyarakat bahwa anak dan remaja dituntut untuk menjadi sempurna. banyak orangtua berusaha membandingkan anak mereka dengan anak orang lain. tentu saya seperti anda yang sudah mengerti bahwa kita seolah menyaratkan sempurna dan jika tidak sempurna itu ada maka, kita ngoyo (bahasa jawa untuk bersikeras) untuk suatu alasan atau latar belakang yang sebenarnya kita sendiri belum yakin 100% (mungkin).
ada dalam seorang psikoterapi modern yang termasyur yang juga bapak hipnoterapi, dia mengajarkan jangan biarkan dirimu kecewa. ini membuat saya selalu sadar bahwa ego itu bermacam-macam dalam diri kita, tinggal seperti apa yang kita mau. dan pikiran perlu dilatih untuk dapat merasakan setidaknya 51% untuk menjadi seharusnya.
diri kita menyimpan memori yang berasal dari masa kandungan, masa perkembangan, sekolah, sosial dan lain-lain, terkadang itu dapat menjadi sumber semangat atau juga pemhambat batin (mental block). misalnya anak usia 2 tahun mereka belajar bahawa tubuh dan kata-kata yang sederhana untuk mendapat hal mereka inginkan misal makan-minum dan rasa aman.
dari ini kita bisa maklum kalau mereka tidak mampu seperti kita yang dewasa dalam bertindak (dibaca orangtua) kita akan lebih sadar dalam sabar membimbing dan membiasakan suatu bahasa (dibaca cara) untuk mereka dapat sesuai dengan apa yang mereka inginkan.
namun saat dewasa kita cenderung berfikir untuk dapat bahagia jika sudah dapat sesuai dengan oranglain.
kita merasa dituntut untu ngoyo agar diterima, diakui orang lain sehingga kita merasa aman dan selamat.

bersambung….

untuk diri saya dan sahabat yang belajar menjadi orang yang lebih baik.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*