Kenapa sulit kaya

sebuah sesi terapi yg pernah saya lakukan tahun 2010, klien adalah seorang pria usia 37 th, beliau seorang pengusaha bidang perdagangan, punya keluarga yang harmonis dan memeiliki 3 orang anak, namun hubungannya dgn istrinya beberapa hari ini kurang harmonis,

sesi terapi saya fokuskan untuk menanam mental positif dan ini berhasil, lanjut di pertemuan kedua untuk memperkuat mental positif dan melepaskan beban dalam tungku mentalnya, karena sesungguhnya pikiran bawah sadar juga berperan sebagai tungku mental, dimana berisi potensi dan harapan dan bisa dipanaskan dengan “api” emosi dan berbagai pengalaman,

singkat cerita beliau memiliki mindset yang kurang mendukung untuk kaya, setiap kali dia berhasil berusaha maksimal 4 bulan, bisnisnya akan bangkrut dan dia akan mulai kembali usaha lain.

dari penggalian memori terungkap bahwa pada usia 5 tahun, dia melihat kedua orangtuanya yang usaha dagang, sering ditagih utang, di satu sisi kenyataannya bahwa keluarganya memiliki berbagai kemewahan. hal ini membuat memprogram diri bahwa kalo kaya mesti tidak tenang, makanya setiap kali dia “melihat dirinya” kaya maka program dari dalam dirinya membentuk sebuah mental blok yang bertugas mengagalkan semua usahanya.

setelah sesi ke 2 tsb, beliau tidak datang lagi, dia cuma meninggalkan pesan via SMS menggabarkan bahwa, yang saya jelaskan tentang SELF SABOTASE itu memang ada, dan kini dia merasa sudah lebih siap untuk sehat dan tenang walau dengan kesibukan sebagai seorang pedagang.