Masa lalu itu mengejarku hingga kini

sebut saja wanita tsb bernama A, A wanita 23 tahun menikah dan memiliki seorang putri, ini adalah cerita klien saya yang kira-kira pertama bertemu saya 2013, saat itu saya sedang menyelesaikan tugas tahunan dari salah satu instruktur saya. cerita singkatnya A ini mengeluhkan ada perasaan yang tidak nyaman, beberapa hari lalu masuk rumah sakit dan di opmane 4 hari, diagnosa dokter tubuhnya tidak ada yang salah, bahkan rekam EEG juga kondisi otaknya normal, namun dia mengalami gejala kejang di beberapa bagian tubuhnnya.

klien ini datang didampingi suami dan dengan wajah agak pucat, dan masih mengkonsumsi obat dari dokter.

bagi saya, saya cukup bahagia diijinkan membantu klien-klien saya untuk berubah. dan tiap klien menjalani strategi therapy yang berbeda-beda sesuai dengan profil klien itu dan sumber masalahnya.

di waktu wawancara awal sebelum hipnoterapi, saya sudah menjalaskan adanya komitmen awal minimal 2 pertemuan, dan maksimal 4 – 6 pertemuan, 6 ini maksimal. dan saya memerlukan kerjasama penuh agar klien dapat mendapat outcome yang di inginkan.

sesi pertama saya lakukan wawancara dan saya mengukur berapa dalam masalahnya, di sesi wawancara ini klien saya dorong untuk bercerita banyak tentang dirinya, apa yang dirasakan dan lain-lain. hampir 1 jam sesi ini dijalankan, saya mencatat beberapa hal, bahwa sakit ini katanya*) muncul pertama kali pasca melahirkan. dan diawali perasaan tidak nyaman di rumah karena kebetulan suami klien ini bekerja di surabaya.

sesi pertama dilalui dgn bagus, klien sudah mampu rileks, dan pasca hipnoterapi saya tanyakan apakah masih merasakan perasaan negatif tersebut, A menjawab masih pak sedikit,

kalo begitu karena waktunya masih cukup kita istirahat dulu 10 menit untuk klien bertemu dgn suami, sekalian saya istirahat minum teh saya yang dingin karena sudah menunggu 50 menit,

kemudian sesi ini dilanjutkan dgn melakukan age regresion, menemukan kejadian yang menyebabkan ini terjadi.

B: “sekarang bayangkan anda mampu berbicara dengan sangat tenang, dan menghitung mundur dari usia sekarang menuju ke usia dimana masalah ini pertama kali muncul, jika mengerti anggukan kepalanya”

A: (menggangguk)

B: 23, rileks menemukan perasaan ini berasal, 22….rasakan tiap perasaan ini, 21….pikiran anda pasiv dan membiarkan pikiran anda melayang dengan lembut menuju kejadian itu, 20,….19…., 18.,….17,…16,…15,… 14,…13….12….11….10….9….8…7….

A: ( mulai bergetar tanggannya)

B: berasapa usia anda disana?

A: 6 tahun

B: apa yang terjadi

A: (DIam)

B: rasakan kejadiannya muncul dgn orang-orang nya

A: (kakinya mulai bergetar)

B: Iya , apa yang anda rasakan?

A: saya dibenci oleh orangtua saya,….saya tidak pantas…saya tidak diharapkan…

B: apakah ini satu-satunya ?

A: tidak,

B: lanjutkan kembali menghitung ,  6,…5….4….

A: (tangan dan kakinya kaku)

B: sekarang lihat apa yang terjadi dan katakan kepada saya

A: saya tidak diharapkan oleh otangtua saya..

B: baik, sekrang lihat yang terjadi dan ceritakan yang terjadi

A: