mencoba hobi baru : fotografi

terkadang banyak kegiatan berhubungan dengan buku dan klien. kali ini saya menoba menulis hobi lama yang ingin saya coba. tahun 2017 saya punya target pribadi untuk dapat belajar fotografi. ketertarikan ini sejak saya SMA yang kalo di rasakan kebetulan ada sony a 3500 (ILCE) kerasa seperti gak pernah dimanfaatkan lebih (maklum adik termasuk yang hoby potret pake HP, dari pada kamera ini) dan akhirnya saya pinjam saja.

Mari bersemangat, sebelum saya seperti biasa membeli buku-buku-buku, saya mencoba meng-add teman-teman Facebook yang punya ketertarikan sama, bahkan di Instagram saya follow akun teman yang memang prfesi sebagai fotografer professional.

kita disatukan oleh takdir bahwa kita selalu berkembang, dan berusaha untuk berkontribusi bagi lingkungan. semoga saya bisa tambah hobi dan keterampilan.

ada banyak hal yang saya baru menyadari bahwa saat memakai kamera pocket (kamera saku), kamera prosumer (kamera zoom panjang) dan DSLR/Mirrorless itu beda sangat banyak. bahkan karena nya saya berusaha untuk memodel seseorang. kenapa saya menyebut memodel (dibaca: memasang Model) karena sesungguhnya pikirtan kita terdiri dari banyak sekali sumberdaya yang dapat diserap dan ditampilkan(/dikeluarkan)

saat saya menggunakan kamera DSLR/Mirrorless saya bukan hanya merasakan seolah-olah menjadi tukang foto namun saya lebih meresapi kelebihan dan kelurangan dari kamera yang saya gunakan. seakan melepaskan ketergantungan dari fungsi otomatis bahkan otomatis plus. kita kembali ke dasar fungsi kamera dan bagaimana kita jika menggunakan satu menu, satu menu dan apa rahasia untuk mendapatkan hasil yang BOKEH.

sekian dulu hari ini ada klien . sambung nanti bahas tentang alat bantu cahaya untuk foto buatan rumah

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*