karena mendidik berat

suatu sore seorang anak 15 tahun menghubungi saya untuk sesi hipnoterapi, dia ingin bisa lebih fokus dalam sekolah. dia certia sedikit tentang keinginannya untuk bisa kembali menjadi juara kelas. sebut saja namanya DIAN.

seminggu kemudian di Klinik, DIAN datang untuk sesi wawancara bersama ibunya, di sesi ini sang ibu yang banyak bercerita tentang buanyakkkk hal tentang kekurangan-kekurangan DIAN, dan di sini terjadi sedikit diskusi tentang apa yang di inginkan DIAN dan Sang IBU berbeda, sang ibu ternyata mengharapkan agar DIAN kembali di Pondok untuk mendapatkan pendidikan Religi yang bagus, sang ibu menceritakan bahwa DIAN sering pulang sore, hingga waktu ngajinya berkurang, hubungan dengan adik-adiknya juga kurang harmonis, apa lagi dengan sang ayah, sang ayah bekerja di P.N.S yang kebetulan sedang tugas dinas di luar pulau.

selama 1 jam wawancara sang ibu cerita terus tentang banyak hal-hal kurang baik yang ada di diri Dian. bagi kami hipnoterapi, wawancara ini sangat penting untuk melihat bagaimana kurang-lebihnya dari profil Dian. sesuai dengan prosedur hipnoterapi anak: wawancara ini akan dilanjutkan dengan memberikan pemahaman salah satunya menjelaskan mungkin bisa jadi sang ibu adalah sosok orang tua Dry Cleaning Type : adalah orangtua yang tidak mau bertanggung jawab untuk pertumbuhan dan pendidikan anak. Orangtua tipe ini biasanya menyekolahkan anak di sekolah yang top dan menyerahkan sepenuhnya tanggung jawab pendidikan anak pada pihak sekolah atau guru les. Kalau di rumah, orangtua tipe ini akan menyerahkan segala sesuatu pada baby sitter atau pengasuh anak. Mereka hanya akan menggendong atau bermain dengan anak kalau anaknya sudah bersih dan wangi.

Mentalitas  tipe dry cleaning, bila anak bermasalah , mereka akan membawa anaknya ke konselor, psikolog, atau terapis dan meminta anaknya dibereskan. Bagi mereka anak ibarat baju. Kalau kotor dan lecek tinggal dibawa ke binatu dan dicuci, diberi pewangi, dan disetrika yang rapi, baru setelah itu dibawa pulang. Mereka lepas tanggung jawab.

selanjutkan saya melakukan konseling pada sang ibu untuk dapat secara jernih dan tenang memandang dan bertindak. di sini akhirnya sang ibu bercerita dulu waktu kecil dia selalu memiliki nilai kurang bagus namun selalu dipuji karena nilai agamanya 100. tinggal di pondok yang kebetulan juga dekat dengan rumahnya, …singkat cerita dia merasakan bahwa semua terpenting adalah nilai (value). dan tersimpan kata dari Guru nyajinya bahwa “mendidik anak itu berat, sulit, rasakan nanti jika sudah memiliki anak“. dalam kontes sesuatu nasehat ini memiliki manfaat positif, namun terkadang ini menjadi program pikiran negatif karena suatu hal.

selanjutnya saya lakukan sesi konseling pada sang anak, dengan direct induction, metafora dan forgiveness, untuk menghilangkan beban emosi…kurang lebih 20 menit Dian masuk dalam kondisi hipnosis dan diedukasi pikiran bawah sadarnya untuk mampu menikmati jalan kesuksesannya.

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*