Mungkinkah Teknologi Otak dapat merubah prilaku – Scientific EEG ala Indonesia

Saat saya menulis ini saya sedang di ruang kerja saya di rumah saya jam 8.45 malam waktu ini bulan ramadan, Saya ingat ini pertanyaan yang saya ajukan dengan seorang Master Hipnotis tahun kemarin (2014), dan pulangnya ketepatan kalo enggak salah liat pak Yan Nurindra di Kemang sedang Kerja bareng di Pak Juli Triharto pengaggas LANGSING DAN SEHAT DENGAN MINDSLIM,

Mungkinkah Teknologi Otak dapat merubah perilaku?

Jawab beliau: Ya, Tentu saja, kita enggak cuma pakek sugesti kita..mempersiapkan sesi seolah-olah ini memang jalan terakhirnya,..untuk hidup. Teknologi otak di sini yang saya maksud adalah pemanfaataan alat pemindai otak dalam mengukur tingkat konsentrasi hingga bagaimana dia masuk ke dalam “otak”nya. saat itu akan kita menyeimbangkan bagaimana ada Otak secara seimbang dan alami menyusun tugas-tugasnya. banyak hal yang kurang tepat bahwa dengan membagi dan mengutamakan bagaian tertentu maka perubahan/hasil akan lebih mudah.

obrolan ini membuat kelas kami jadi terdiam sesaat, seorang bisnis yang sangat suka dengan bukunya TOM SILVER, mulai seakan menunggu jawaban dari Master. (mungkin saja dia juga memiliki peserta yang ganteng ini juga punya ketertarikan dengan EEG)

Jawab beliau lagi: dalam hidup ingat banyak variasi atau variabel yang mampu merubahnya. mulai dari yang percaya bahwa hipnotis itu merupakan ilmu sihir, hingga NLP/NAC yang mengutamakan bahwa manuasia akan terus belajar.

Kembali Semua peserta tambah sunyi (saat itu hampir jam 4 sore, hari ini sudah lebih dari 6 jam pelatihan,…badan yang capek tiba-tiba bergairah untuk memburu jawab…

dan (bersambung…)

 

Disatu sisi saya menghabiskan 30 juta untuk memiliki alat semacam ini, diluar harga Macpro saya yang sangat nyentik….namun hasilnya sepadan bro…tunggu kelanjutan